
Kemana Comet? mungkin saat ini menjadi pertanyaan oleh sebagian warga Banjarbaru, terlebih bagi kami yang menetap disekitar comet raya. Bulan April lalu saat aku pulang dari prajabatan setelah 24 hari di LEC Cindai Alus. Seperti biasa bila siang hari yang terik warung ES Kelapa di sampai jembatan Jl. Panglima Batur adalah idolaku. Setelah ngomong sani sini akhirnya temannku yang berjualan menanyakan padaku…”adakah pemandangan yang terlihat lain disekitar sini..? Aku terus berpikir…lihat sana..lihat sini…..Baru aku sadar ternyata Comet Raya atau Kincir Angin yang sudah berdiri sejak tahun 1972 (jauh sebelum aku lahir) kini telah TIADA. Kemana…? tidak ada yang tau….. !!!!
Baru setelah beberapa bulan kemudian ada jawabannya…Ternyata Comet dirobohkan karena pemilik rumah disampingnya khawatir jika dia roboh. Dan yang lebih disayangkan begitu mudahnya menghilangkan salah satu simbol peninggalan begitu saja..Walau ada wacana dibangun yang baru dengan ukuran yang lebih kecil…Apakah cukup menggantikannya..???
Kini Comet telah tiada, tidak ada lagi pemandangan disaat angin bertiup melihat comet berputar mengikuti arah angin….Kini Comet telah tiada .. Yang ada sekarang hanyalah nama Kelurahan Comet..yang namanya diabadikan dari Kincir Angin itu. Dulu kami sering bercanda bersama teman-temanku..ada orang mau jual kipas angin ukuran besar…silahkan lihat di Comet Raya….Dan ternyata candaan itu benar adanya Comet telah dirobohkan…..dijual…!!! Namun katanya sekarang telah dibeli oleh salah satu warga Banjarbaru dan beliau berharap bisa memperbaikinya untuk dipasang di tempat lain….
Selamat Jalan Cometku…..


