Graffiti bukan kata yang asing bagi telinga. Namun sekarang hampir setiap hari aku selalu menjumpainya maklum sejak beberapa bulan terakhir ini jumlah lukisan graffiti berada di jalan Palapa menuju kerumahku (ditembok SMPN 2 Banjarbaru dan tembok Diklatprov) jumlahnya semakin bertambah. Coretan jahil yang dibuat dengan cat semprot itu mau ngga mau bikin mata yang lewat dijalan ini untuk melihat walau hanya sekedar melirik.
Pada awalnya tidak terlalu banyak dan sering kali graffiti itu dihapus dengan mencat kembali tembok tersebut. Apalagi disaat kampung kami terpilih mewakili Banjarbaru mengikuti lomba kebersihan tingkat provinsi dengan gotong royong lukisan itu dihilangkan.
Namun hal itu tidak menyurutkan para ABG yang sering mangkal di jalan ini untuk menyemprotkan cat menjadi sebuah karya graffiti. Bahkan disaat ada yang lewat sekalipun mereka dengan acuhnya membuat lukisan tersebut. Graffiti yang katanya adalah sebuah karya seni untuk mengekspresikan kebebasan. Mungkin untuk itu mereka melakukannya….Bebas !
Namun kalau dibuat disembarang tempat apakah hal itu tidak mengganggu dan merusak pemandangan. Bukan cuma tembok sekolah bahkan pohon palam yang tumbuh pun dibikin media buat melukis….sungguh sangat disayangkan.




