Graffiti Sebuah Karya Seni atau..?

Catatan Aap

Graffiti bukan kata yang asing bagi telinga. Namun sekarang hampir setiap hari aku selalu menjumpainya maklum sejak beberapa bulan terakhir ini jumlah lukisan graffiti berada di jalan Palapa menuju kerumahku (ditembok SMPN 2 Banjarbaru dan tembok Diklatprov) jumlahnya semakin bertambah. Coretan jahil yang dibuat dengan cat semprot itu mau ngga mau bikin mata yang lewat dijalan ini untuk melihat walau hanya sekedar melirik.

Pada awalnya tidak terlalu banyak dan sering kali graffiti itu dihapus dengan mencat kembali tembok tersebut. Apalagi disaat kampung kami terpilih mewakili Banjarbaru mengikuti lomba kebersihan tingkat provinsi dengan gotong royong lukisan itu dihilangkan.

Namun hal itu tidak menyurutkan para ABG yang sering mangkal di jalan ini untuk menyemprotkan cat menjadi sebuah karya graffiti. Bahkan disaat ada yang lewat sekalipun mereka dengan acuhnya membuat lukisan tersebut. Graffiti yang katanya adalah sebuah karya seni untuk mengekspresikan kebebasan. Mungkin untuk itu mereka melakukannya….Bebas !

Namun kalau dibuat disembarang tempat apakah hal itu tidak mengganggu dan merusak pemandangan. Bukan cuma tembok sekolah bahkan pohon palam yang tumbuh pun dibikin media buat melukis….sungguh sangat disayangkan.

5 Comments

5 Comments

  1. awym  •  Sep 18, 2008 @20:16

    saya suka corat-coret,,, tapi harus pada tempatnya juga sih, kalau ada lahan kosong yang dinanggurin, kenapa ga dimanfaatin dan digambari. nah lho, saya bela siapa sih?

  2. Pakacil  •  Sep 18, 2008 @21:57

    Aku tak suka kalau jelek.
    Sepertinya dindingnya di situ tambah kotor. :(

  3. Aap  •  Sep 19, 2008 @09:01

    @awym
    Tapi ngga ikut coret dinding kamikan ? he..he..he

    @Pakacil
    Kalo bisa kita adakan lomba aja sekalian ya..biar gambarnya yang bagus aja.

  4. carbonized  •  Sep 21, 2008 @20:07

    Justru itu tantangan yang di cari oleh “bomber” (anonim yang dipakai untuk mereka yang hobi corat-coret tembok). mereka makin tertantang kalau dinding yang mereka coret dibersihkan oleh pihak tertentu. wal hasil mereka akan kembali corat-coret di tempat itu.
    lagi….lagi….dan lagi.
    saya lebih setuju kalau coretan itu dibiarkan saja ( supaya mereka ga bisa lagi corat-coret karena kehabisan “spot”)

  5. Aap  •  Sep 22, 2008 @11:31

    Kalo gambarnya bagus sih setuju aja….Biar dibikin sekalian kaya di Jogya. Tapi kalo ngga karuan..wah…kasihan mata melihat….

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>