Lagi nunggu acara uji coba/simulasi lelang online di ULP Kota Banjarbaru berhubung belum dimulai juga, ngga ada kerjaan jadi posting foto ini aja :

Najmy dan Gita

Percikan Api

Seperti biasa bila bulan ramadhan kembang api selalu hadir.
Lagi nunggu acara uji coba/simulasi lelang online di ULP Kota Banjarbaru berhubung belum dimulai juga, ngga ada kerjaan jadi posting foto ini aja :

Najmy dan Gita

Percikan Api

Seperti biasa bila bulan ramadhan kembang api selalu hadir.
Cempaka mungkin tidak semua tahu..namun bila kita sebut intan Martapura mungkin banyak yang lebih mengenalnya. Padahal intan yang beredar tersebut berasal dari Cempaka Banjarbaru. Namun sepertinya Kota Banjarbaru hanya mendapat masalah yang disebabkan oleh penambangan intan tersebut. Belum lagi kontribusi yang tidak jelas dari hasil penambangan rakyat tersebut apalagi ditambah dengan penambangan intan yang dilakukan oleh PT. Galuh Cempaka yang mungkin kita tidak pernah tahu berapa yang telah keluar dari bumi Banjarbaru.
Melihat penambangan intan tradisional tentu akan lebih mengasikkan , namun kini Penambangan tradisional sudah banyak ditinggalkan, yang ada hanya deru ratusan mesin sedot tiap hari menggali bumi Cempaka hingga menganga bak danau luas.
Lubang bekas penambangan ditinggalkan begitu saja tanpa direklamasi. Setiap ratusan ton limbah pendulangan juga dibuang ke sungai setelah dipisahkan untuk diambil pasir dan batu-batu kerikil sebagai hasil sampingan namun semua itu mengakibatkan beberapa sungai kini hilang.
Berhektar-hekter persawahan dan pertanian di Kecamatan Cempaka kini telah hancur dan siap menjadi penyumbang bencana ekologi. Namun disaat yang bersamaan, rumah-rumah para pendulang tetap reot tak semegah kilauan intan. Hasil yang mereka peroleh tidaklah sekemilau bayangan intan tersebut dan tidak sesuai dengan resiko yang harus dihadapi yang mungkin sudah banyak nyawa hilang disaat melakukan pendulangan, seperti pada awal Ramadhan tadi 3 orang pendulang tewas akibat lubang galiannya lonsor.
Hatiku pernah terusik disaat aku berdiri diatas bukit di sekitar Kantor Kecamatan Cempaka, melihat begitu besar kerusakan yang ditimbulkannya, dan disaat aku membawa keluarga dari Jakarta ke areal penambangan intan. Karena ada tanya dalam diriku..: Apakah ini areal wisata yang dibanggakan atau kita sedang mempertontonkan kepada mereka (para wisatawan) tentang kerusakan lingkungan ?
Namun mendulang tetaplah menjadi penyanggah hidup warga setempat, entah sampai kapan ? Karena merubah sebuah tradisi dari masyakat sekitar adalah pekerjaan yang tidak mudah dan memerlukan waktu dan keseriusan dari pemerintah
Akhirnya, setelah sekian lama, form buku tamu beres juga. ![]()
cuma kasih tau itu aja dulu kali ini…