Cerita ini tentang pengalaman seorang teman yang hingga sekarang masih membekas dan teringat bila lewat ditempat kejadian.
Suatu malam aku dan kawanku sedang makan nasi goreng di sebuah warung, karena hanya berdua akhirnya kami menelpon kawan sebut saja Z untuk datang menuju tempat kami makan, kebetulan Z tidak sibuk dan bersedia bergabung bersama kami.
Sambil menunggu, pesananan, nasi goreng plus ayam goreng tepung kami datang lebih dulu. Saat Z datang pesanan ditambah lagi. Acara makan pun dimulai, sambil ngobrol tentang berbagai macam hal, sambil bercanda tak terasa makanan sudah habis disantap. Menunggu isi perut turun, obrolan masih terus berlanjut sambil menunggu Z menghabiskan sebatang rokok sebagai menu penutup wajib, maklum kawan yang satu ini termasuk salah satu ahli hisab.
Sehabis makan aku dan Z menunggu diluar sedang kawanku A menyelesaikan pembayaran. Saat diparkiran Z sempat bertanya apakah dia sudah dibayarkan. Dengan pede Si A mengatakan sudah dibayarkan semuannya.
Namun kejadian lucu terjadi, saat Z berjalan menuju sepeda motornya ternyata pemilik warung memanggil dia. Entah apa yang dibicarakan…? Aku dan A bertanya-tanya..?
Barulah diberitahu oleh Z ternyata telah terjadi kesalahan komunikasi, pembayaran yang dilakukan kawanku A ternyata hanya untuk aku, sedangkan Z tidak dihitung oleh si penjual. Sehingga Z terpaksa membayar sendiri saat itu. Kawanku A pun akhirnya kembali bertanya ke warung tersebut…ternyata memang benar salah hitung.
Akhirnya semenjak kejadian itu..hingga sekarang kawanku Z tidak pernah lagi mau bila diajak makan ditempat itu walau sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu.
Mungkin Z masih selalu mengingat kejadian malam itu, sudah diajak makan ternyata harus bayar sendiri dan mungkin juga Z apabila lewat disana seakan-akan ada yang mengatakan Mas..mas…nasinya belum dibayar !


