Negeri Ini Penuh Wacana dan Perdebatan

Catatan Aap

Lihatlah sehari-hari begitu banyak pengamat berdialog tentang berbagai hal, berdebat tentang suatu masalah muncul di televisi. Dengan gaya masing-masing dan terkadang dengan ego masing-masing. Negeri ini begitu banyak memiliki orang-orang pintar, entah bagaimana bila semua mendapat jatah menjadi pemimpin bangsa ini. Mungkin akan semakin banyak ujicoba dilakukan terhadap suatu hal dan kebijakan, karena lain orang lain kebijakan dan makin semakin banyak pula pihak yang mengkritik dan membahas apa yang sedang dilakukan.

Terkadang melihat dialog dan acara debat bukanlah sebuah lagi hal yang menambah wawasan, karena terlalu banyak yang diperdebatkan namun tanpa membawa hasil, hanya menghasilkan sebuah wacana belaka. Mungkin yang terbaik adalah yang telah berbuat dan bertindak lebih dahulu disaat yang lain sedang sibuk memperdebatkan apa yang harus dilakukan. Atau mungkin kenapa tidak bersama-sama membangun bangsa ini tanpa hanya sibuk memperdebatkan apa yang sedang dilakukan.

Sebagai kontrol memang perlu adanya pihak yang berada diluar koridor pemerintahan dan menjadi penjaga apa yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah. Namun terkadang semuanya itu hanyalah dijadikan alat untuk mencapai tujuan tertentu saja, saling menjatuhkan satu sama lainnya.

Lihatlah sekarang disaat samakin dekat pemilu ini, masing-masing pihak saling berebut bahwa mereka adalah yang telah berhasil memperjuangkan ini, memperjuangkan kenaikan itu, memperjuangkan harga ini, memperjuangkan ini dan itu…Saling berebut untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. Namun perlu disadari bahwa masyarakat tidaklah bodoh, mustahil sebuah keberhasilan hanya didapat karena perjuangan seorang kader dari partai politik tertentu. Pemerintahan tidaklah dijalankan oleh mereka yang adalah kader dari parpol tertentu tapi meliputi seluruh yang terlibat didalamnya baik itu pimpinan sampai tingkat bawahan bekerja sama menjalankan roda pemerintahan ini. Sehingga apa tidak lucu bila dikatakan keberhasilan ini didapat karena mereka.? Pemerintahan yang pada awalnya terbentuk dengan merangkul dari berbagai kader dari partai dengan berbagai nama kabinet namun diujung perjalanan akhirnya saling berebut kue keberhasilan pembangunan, tapi tidak ada satupun yang berani menyatakan ketidakberhasilan diberbagai bidang.

Dan itulah yang terjadi sekarang, dalam masyarakat kita sekalipun sering dengar pembicaraan dan perdebatan dikantor, di warung-warung atau bahkan dilingkungan kita sendiri. Terkadang kita terlalu sibuk memperdebatkan sesuatu hal, mengurus hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, sehingga tanpa disadari begitu banyak waktu terbuang hanya untuk hal-hal yang percuma.

19 Comments

19 Comments

  1. Said  •  Feb 25, 2009 @11:07

    Hallow bang,,,!
    kemaren ketemu di ATM BNI mlm2.
    Lupa dah ternyata
    hikz hiklz hikz

  2. Aap  •  Feb 25, 2009 @11:12

    @ Said : He…he…maaf ya..aku orangnya pelupa..coba ditegur dulu pasti disapa..!

  3. budimeeong  •  Feb 25, 2009 @12:20

    Iyah….masyarakat memang senang berdebat tanpa actionnya….hehe

  4. udin gambut  •  Feb 25, 2009 @13:41

    dan mudah-mudahan berdebat untuk menemukan persamaan, bukan mencari perbedaan.

  5. Aap  •  Feb 25, 2009 @14:59

    @ Budi : Yup ..yang penting actionya ya..!
    @ Udin : Maunya sih begitu..bukan malah menimbulkan perbedaan !

  6. Ayah  •  Feb 25, 2009 @15:25

    Negeri ini memerlukan orang yang mau bekerja dan berpikir, bukan memerlukan orang-orang pintar berdebat tapi tak mau bekerja…
    Salam hangat dari Ayah..

  7. alveean  •  Feb 25, 2009 @18:56

    jadi ingat iklan-iklan di tivi yang semakin gencar dilakukan oleh parpol2 tertentu…
    masing-masing nunjukin keberhasilan mereka…

  8. lian  •  Feb 25, 2009 @21:01

    Emank bener sih,tinggal kitanya aja yang jangan sampe salah pilih pemimpin kita. Yang pasti cari yang benar-benar bermutu jangan cuma janji semata dan kasih uang pada saat mau dipilih doank,tapi klo sudah jadi pemimpin,… rakyat malah dibikin susah

  9. soul  •  Feb 26, 2009 @08:40

    Negara paling banyak pengamat, komentator, tukang gosip… tanpa action…
    ya itulah Indonesia…. keliatan kan kalau bangsa Indonesia itu tambah pinter2…he..he.

  10. Yulian  •  Feb 26, 2009 @08:42

    halllah… komen Soul itu komen saya…hikz….hikz…. kenapa selalu saja begini..

  11. Aap  •  Feb 26, 2009 @09:22

    @ Ayah : Setuju dengan Ayah !
    @ Alvean : He.he..betul idenya dari sana koq..!
    @ Lian : Jangan sampai salah pilih dan percaya sama janji-janji ya.!
    @ Soul : Betul..banyak yang pintar ngomong aja..biar terkenal kali..!
    @ Yulian : Wah..bingung saya nih…?

  12. nia  •  Feb 26, 2009 @11:55

    iya bang Aap, terkadang disekitar kita terlalu banyak perdebatan, bukannya mendapatkan solusi .. malah yang ada telinga kita yg denger juga jd sakit ..

  13. sarah luna  •  Feb 26, 2009 @13:36

    Apalagi kalo sudah menggosip.. Wadooooohhh..

  14. aap  •  Feb 26, 2009 @14:53

    @ Nia : Yup..benar sekali….debat terus hasilnya cape deh…!
    @ Sarah : Gosip..Gosip…Gosip….

  15. ilham  •  Feb 28, 2009 @07:30

    sisi lain kejelekan dari pesta demokrasi, bahkan menjadi pendidikan politik negatif, apakah kelompok golput kan meningkat?

  16. agung  •  Feb 28, 2009 @11:02

    salam kenal

  17. Aap  •  Mar 2, 2009 @08:57

    @ Ilham : Jangan golput ya..!
    @ Agung : salam kenal

  18. benkyo  •  Mar 2, 2009 @16:59

    bener jua lah… selain debat buang2 duit lg… padahal menurut wid sayang bnr bnyk duit yg terbuang sia-sia hanya utk pesta demokrasi alias partai….. ga sedikit loch biaya bikin atribut partai… mending duit na buat fakir miskin… :-)

  19. aap  •  Mar 3, 2009 @08:00

    @ Bengkyo : Betul mending buat bagi-bagi ya duitnya..?

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>