Cahaya, sebuah media yang mungkin saat kita kecil sering kita gunakan untuk bermain-main. Entah dengan menggunakan lampu senter, memantulkan cahaya dengan sebuah cermin atau bahkan menggunakan kaca pembesar (lup) untuk membuat api.
Namun bukan cuma anak kecil saja suka bermain-main dengan cahaya. Dalam proses pemotretan, seorang fotografer bahkan menjadikan cahaya ini sebagai salah satu faktor yang sangat membantu sehingga tercipta sebuah foto yang baik, bagus dan menggandung unsur seni. Begitu juga saat kita mengedit sebuah foto menggunakan program tertentu minimal pencahayaan yang kita atur sedemikian rupa.
Tapi ini bukan bercerita tentang anak kecil yang bermain dengan cahaya, juga bukan bercerita tentang fotografer yang hebat, tapi cerita seorang lelaki yang berumur 32 tahun yang sedang bermain-main dengan cahaya. Ya..itulah aku..yang entah beberapa waktu ini begitu menyukai yang namanya kamera, suka mengambil sebuah foto dan berburu foto-foto yang menurutku asik dan menarik..tapi harap maklum saya bukan fotografer, namun hanya menyukainya dan mencoba mencari sebuah makna dari foto-foto yang telah diambil.
Saat malam foto-foto ini tercipta..idenya muncul begitu saja..padahal sedang mengalami kelelahan karena harus bergadang semalam..tapi aneh saja koq tidak bisa tidur..dan saat melihat kamera muncullah ide ini. Mencoba dengan berbagai cara dan tentunya dengan berkali-kali uji coba serta berkali-kali pengambilan gambar. Lucu juga melihat tingkah sendiri..saat bermain-main dengan cahaya ini dan yang pasti akhirnya rasa kantuk pun hilang. Ya..akhirnya percobaan itu berhasil..sebuah gambar kudapatkan, yang seakan-akan aku sedang bermain-main menangkap cahaya yang berputar diatas tanganku.

Ya..itulah hasilnya.. cahaya yang berhasil aku gengam dalam tangan..walau hanya lewat sebuah gambar.


