Komunitas Blogger Kayuh Baimbai dalam rangka memperingati 2 tahun terbentuknya komunitas ini mengadakan kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru sebagai kepedulian serta untuk mensukseskan tahun Kunjungan Museum 2010 yang dicanangkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Dalam acara ini Kayuh Baimbai mendapat kehormatan secara resmi diterima oleh pihak museum Lambung Mangkurat. Banyak hal yang didapat dalam kunjungan ini, karena pada kenyataannya kita sangat jarang mengunjungi museum bahkan mungkin belum pernah sama sekali. Saya sendiri yang berdominasi di Banjarbaru mengunjungi museum ini mungkin dapat dihitung dengan kurang dari sepuluh jari. Bahkan seorang teman sempat berkata “jangan tanya berapa kali pernah ke museum, tapi tanya berapa kali pernah berkunjung ke Duta Mall”.
Bloggers Visit Museum
Museum mungkin bukan tempat menarik, apalagi bagi anak muda, namun sudah seharusnya memang kita dapat memanfaatkan keberadaannya untuk mengenang dan mengetahui budaya daerah kita dimasa lalu yang harus kita lestarikan saat ini dan masa akan datang. Museum Banjarbaru banyak menyajikan benda-benda bersejarah baik dari jaman kemerdekaan hingga peralatan-peralatan rumah tangga yang usianya mungkin sudah ratusan tahun. Banyak juga disajikan miniatur rumah adat banjar, ukiran-ukiran khas banjar, alat-alat peraga acara-acara daerah Banjar, baju daerah, pelaminan dan ranjang pengantin yang dikenakan saat pesta perkawinan adat Banjar. Selain itu juga ditampilkan gambar-gambar para pejuang serta benda-benda peninggalannya.

Untuk menjadikan museum menjadi tempat yang menarik tentu bukan hal yang mudah. Sudah seharusnya juga pihak pengelola dapat membuat bagaimana museum ini menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi misalnya dengan menyediakan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya yang sudah berbau kemajuan teknologi misalnya ruang pertunjukan film yang memutar film dokumentar mengenai Kalimantan Selatan, perpustakaan yang dilengkapi dengan komputer yang dapat dikoneksikan dengan internet dan kalau perlu disediakan cafe yang menyediakan layanan hotspot guna menarik minat anak muda, selain itu tentunya juga publikasi dan sosialisasi yang harus dilakukan di sekolah-sekolah dari taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga perguruan tinggi agar lebih memperkenalkan keberadaan museum ini.
Sudah sewajarnya kita bisa melestarikan budaya-budaya yang ada di Kalimantan Selatan, apalagi ditengah kemajuan sekarang ini tentunya banyak yang mulai hilang bahkan sebagai contoh kecil sering kita lihat terjadi pergeseran dalam penyelenggaraan acara perkawinan yang cenderung sudah menuju nuansa modern dan kebarat-baratan.

Bersyukurlah, banyak diantara orangtua kita masih menyimpan nilai-nilai budaya tersebut dalam keluarga, entah dengan kita sekarang apakah akan melakukan hal yang sama. ..? Seperti perkawinan saya ternyata sama dengan ranjang yang ada di museum itu.
Sekalian mengenang masa lalu karena bulan Januari ini adalah ulang tahun perkawinan kami yang ke-7 mohon doanya semoga dapat menjadi keluarga sakinah dan langgeng (duh..ini posting ultah KKB di museum sekalian ultah perkawinan saya ternyata…he..he..).

Akhirnya saya hanya bisa mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-2 Komunitas Blogger Kayuh Baimbai, senang bisa bergabung bersama komunitas ini dan semoga kebersamaan kita dapat terus bertahan dan semakin membesarkan Komunitas Blogger Kayuh Baimbai dengan kegiatan-kegiatan positif lainnya..semoga.


