Disudut lain Kota Banjarbaru. Kami bukanlah sekelompok pramuka yang sedang berkemah dan kami bukan pula sekelompok pecinta alam yang sedang berbaur dengan alam sekitarnya. Namun keadaan ekonomi yang harus membuat kami mendirikan tenda ini, untuk melepas lelah disaat panas terik dan hujan yang datang.
Itu adalah gambaran sekelompok orang yang pekerjaannya mencari intan dengan membuat/menggali lubang kemudian memisahkan antara tanah galian tersebut guna mendapatkan kilauan intan/berlian.
Di Kota Banjarbaru sudah terkenal dengan penghasil intan tepatnya di Cempaka, bahkan kualitas intan yang dihasilkan mengalahkan intan yang berasal dari luar negeri seperti Afrika. Wajar saja disini intan yang didapatkan tidaklah sebanyak dan semudah yang dikira, bahkan terkadang dengan nyawa sebagai taruhannya.. seperti posting terdahulu Sebuah Catatan Tentang Cempaka.
Namun ini bukan bercerita tentang para pencari intan tersebut, namun kembali kemasalah tenda. Kita mundur kebelakang saat si penulis masih kelas 1 SMP, berawal ingin merayakan tahun baru bersama teman-teman satu kampung akhirnya diputuskan mengadakan acara begadang dengan berkemah dilapangan terbuka. Maklum masih kecil tidak diperbolehkan jauh-jauh. Disiapkanlah segala sesuatunya dari terpal buat dijadikan kemah, kompor dan sebagainya.Setelah semua persiapan selesai mulailah pemasangan kemah tersebut dengan seadanya, maklum diantara peserta bukan pramuka tulen.
Akhirnya malam tiba, pada kumpul semua mulailah acara tahun baru,sembari nunggu bakar ikan dan jagung ada teman yang nyanyi pake gitar. Berhubung rumah dekat jadi apabila ada yang kurang masih bisa kembali kerumah..ya maklum kempingnya didekat rumah. Malam semakin larutĀ ngga ada yang tidur pada asik semua dengan canda masing-masing. Tanpa terasa waktu udah menunjukkan pukul 5 pagi..kemudian ada teman yang punya ide supaya langsung saja dibenahi tendanya biar pagi santai langsungĀ jalan pagi. Mulailah aksi membereskan perlengkapan, tenda pun dirobohkan. Setelah selesai seorang rekan bingung koq masih gelap dan belum masuk subuh juga..? ternyata teman yang tadi mengatakan sudah jam 5 salah lihat padahal baru jam 3 pagi. Akhirnya jadilah tidurnya dilapangan terbuka tanpa tenda dan setelah merasa kedinginan semuanya mengungsi keteras depan rumahku. Ya itulah pengalaman anak-anak yang ingin merasakan tahun baru walau dengan berkemah didekat rumah.


