Keep Borneo Green I. Kertas

Catatan Aap

Saat ini setiap hari kita memakai kertas, biar pun teknologi semakin meningkat namun kertas masih diperlukan  untuk bermacam-macam aktifitas kita.  Semakin banyak memakai kertas sangat berpengaruh terhadap kelangsungan lingkungan kita,  bayangkan 42% hasil penebangan kayu sedunia digunakan untuk membuat kertas dan itu pun jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya.

Seandainya kita dapat berhemat sebesar satu ton,  misalnya dengan mendaur ulang kertas atau dengan mengunakan media lainnya maka kita telah menyelamatkan 17 pohon dari penebangan.   Dengan menyelamatkan penebangan itu sangat berpengaruh terhadap kemampuan alam (pohon/hutan) dalam mengurangi efek rumah kaca.  Sebatang pohon rata-rata menyerap 1 kg gas rumah kaca CO2 serta memproduksi O2 dalam jumlah yang cukup bagi empat orang selama setahun.

Dengan adanya pohon-pohon dilingkungan kita membuat udara menjadi bersih dan lebih berkualitas, bahkan suhu udara disekitarnya menjadi lebih rendah, lebih sejuk dibandingkan daerah sekitar kita yang tidak ada pohonnya. Coba saja berteduh disiang hari yang panas dibawah pohon rindang kita bisa merasakan kesejukannya.

Kembali ke masalah kertas, mulai sekarang mari kita mencoba berhemat menggunakan kertas, misalnya mengunakan kertas bekas untuk mengkonsep surat-surat, menggunakan daun pisang buat bungkus makanan walau sebenarnya yang satu ini masih banyak dilakukan dimasyarakat kita serta  jangan membuang kertas dengan membakarnya disamping merugikan karena menimbulkan polusi udara karena asap akan  lebih menguntungkan jika kertas yang berasal dari koran-koran bekas, buku-buku bekas atau bahkan kardus dijual kepada yang mengumpulkan/pemulung. Selain menghasilkan uang juga kita telah ikut serta mendaur ulang kertas-kertas tersebut untuk dijadikan kertas yang baru lagi.

Jadi mari kita lestarikan lingkungan kita….Go Green..Keep Borneo Green…

14 Comments

14 Comments

  1. bayuputra  •  Jan 22, 2010 @12:52

    wah benar pak … dari gambar itu saja sudah berapa ribu pohon yg ditebang untuk membuat kertas …
    diakhir tulisan muncul logo CAN WE KEEP BORNEO GREEN pas sekali pak…

  2. baburinix  •  Jan 22, 2010 @14:31

    waduh..itulah susahnya bagi mereka yang suka menebang pohon, satu sisi mereka juga pengen hidup tanpa merusak pepohonan, disisi lain mereka juga pengen makan(bukan membela).

    tapi gmana mencarikan pekerjaan buat mereka? sementara….???

  3. Qori  •  Jan 22, 2010 @15:49

    Katanya sudah ada teknologi baru yang bisa mendaur ulang kertas, kalau gak salah namanya e-paper.
    Kita tunggu saka kehadirannya.

  4. Oelil  •  Jan 22, 2010 @23:28

    setuju…setuju juga dgn komennya Baburinix. bagaimanapun juga harus ada tindak lanjut dari pelarangan penebangan pohon ini.

  5. deeedeee  •  Jan 23, 2010 @10:10

    penggunaan tissue juga, mas… dan saya amat sangat sering menggunakannya :(
    kadang bingung juga sih, mo bersih tp musti ngorbanin yg lainnya..
    tp semoga reboisasi berjalan dengan baik…

  6. benkyo  •  Jan 23, 2010 @16:14

    wah rimbawan dah mulai menulis nieh….. mantab om….

  7. Zian X-Fly  •  Jan 23, 2010 @19:06

    Betul itu. Dan penanggulangan global warning tidak cukup hanya dengan ucapan dan tulisan, tetapi lewat tindakan nyata, seperti yang dilakukan majalah An Nida dengan mengganti format kertas menjadi format digital.

  8. aap  •  Jan 23, 2010 @20:42

    @ bayuputra : Iya sekali-kali posting keep borneo green ngga cuma nempel logo aja.
    @ baburinix + Oelil : Disisi lain memang memerlukan pengorbanan, tapi sebenarnya banyak masyarakat adat malah menjunjung tinggi nilai kelestarian hutan tanpa merusaknya..justru para perusahaan besar yang malah semena-mena memperlakukan hutan.
    @ Qori : kita tunggu aja ya…
    @ deeedeee : Setuju nih…semoga program tersebut jalan terus.
    @ benkyo : he…he…jiwa rimbawannya udah lama ngga keluar.
    @ Zian X-Fly : Yup..sekecil apa pun usaha kita tentunya semoga berarti.

  9. cHie  •  Jan 23, 2010 @22:47

    kertas dan tissue om..
    *betul ga y???* hehehe

  10. Rizal Islami  •  Jan 24, 2010 @18:43

    makanya jar urang bahari pakai lai…kanakan lakas hafal lawan lingkungan barasih

  11. aap  •  Jan 25, 2010 @09:01

    @ cHie : yup..bahannyakan sama aja !
    @ Rizal Islami : makanya orang bahari itu sadar lingkungan semua

  12. sauskecap  •  Jan 25, 2010 @10:48

    duh sedih banget bacanya, di kantor kertas2 itu berhamburan… salah ketik dikit udah harus diganti… dan jumlahnya tidak sedikit… coba saja urusan kantor dibikin digital ya… toh sudah pada punya komputer dan internet… tapi sampai saat ini surat digital belum dianggap legal…

  13. bayuputra  •  Jan 26, 2010 @10:00

    borneo, jagalah selalu hutan mu… sebagai bekal hidup anak cucu kita..

  14. aap  •  Jan 27, 2010 @10:43

    @ sauskecap : betul mba…media digital belum bisa dianggap legal masalahnya masih gampang dipalsukan ya…!
    @ bayuputra : sip..setuju….

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>