<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aprian Banjarbaru</title>
	<atom:link href="http://aap.adacerita.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aap.adacerita.com</link>
	<description>Catatan Abah Najmy</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 13:36:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menatap Langit&#8230;(Keep Borneo Green II. Plastik)</title>
		<link>http://aap.adacerita.com/2010/03/menatap-langit-keep-borneo-green-ii-plastik/</link>
		<comments>http://aap.adacerita.com/2010/03/menatap-langit-keep-borneo-green-ii-plastik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 13:35:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aap</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Aap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aap.adacerita.com/?p=1064</guid>
		<description><![CDATA[Memandang langit yang cerah..begitu indah&#8230;dengan lukisan kumpulan awan putih yang menghiasi angkasa yang bergerak secara perlahan.
Melihat ini entah sampai kapan kita bisa memandangnya..? .mensyukuri setiap detik hembusan napas kita&#8230;entah apakah kita bisa&#8230;?
Melihat langit begitu indah dan udara bersih yang kita hirup setiap hari tentu sebuah anugerah&#8230;namun terkadang kita lupa hingga kita terlena dengan keadaan tersebut.

Tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memandang langit yang cerah..begitu indah&#8230;dengan lukisan kumpulan awan putih yang menghiasi angkasa yang bergerak secara perlahan.<br />
Melihat ini entah sampai kapan kita bisa memandangnya..? .mensyukuri setiap detik hembusan napas kita&#8230;entah apakah kita bisa&#8230;?<br />
Melihat langit begitu indah dan udara bersih yang kita hirup setiap hari tentu sebuah anugerah&#8230;namun terkadang kita lupa hingga kita terlena dengan keadaan tersebut.</p>
<p><a href="http://aap.adacerita.com/file/2010/03/menataplangit3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1067" title="menataplangit3" src="http://aap.adacerita.com/file/2010/03/menataplangit3.jpg" alt="" width="493" height="168" /></a><span id="more-1064"></span></p>
<p>Tanpa kita sadari, hari demi hari kita telah membuat bumi ini semakin kotor, udara yang bersih, segar adalah sebuah harga yang mahal yang mungkin disebagian tempat/kota kita harus membayarnya dengan berjalan berpuluh-puluh kilometer menuju sebuah tempat yang jauh dari hiruk pikuknya kota, sebuah tempat yang jauh dari kawasan penghasil asap yang mengandung berbagai macam bahan kimia berbahaya yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor atau pabrik-pabrik. Kita pergi ke pantai, ke gunung, ke hutan atau kepedesaan hanya untuk menikmati kesegaran udaranya.<br />
Tanpa kita sadari, tiap hari kita memakai begitu banyak kertas, tiap hari kita memakai begitu banyak plastik dan setiap hari juga kita membuangnya kembali ketempat-tempat sampah tanpa pernah peduli.</p>
<p>Sampah plastik yang kita hasilkan begitu banyak jumlahnya padahal diperlukan waktu hingga ratusan tahun agar alam dapat menguraikannya kembali. Plastik dapat menahan bahan-bahan yang seharusnya dapat diuraikan oleh tanah ketika kita tanpa sadar membuang sesuatu dalam bungkus plastik. Dan ketika kita membakarnya tanpa sadar kita telah melepaskan gas-gas berbahaya bagi kesehatan dan tentunya dapat menyebabkan penyakit pernapasan.</p>
<p>Disisi lain jumlah hutan, jumlah pepohonan sebagai penyaring/filter terhadap udara kotor tersebut disekitar kita semakin lama semakin berkurang dikalahkan dengan keserakahan untuk menguasainya.<br />
Jadi usahakan jangan membuang plastik sembarangan..lebih berharga jika dikumpulkan untuk kembali didaur ulang karena akan mengurangi jumlah sampah-sampah tersebut.</p>
<p>So&#8230;Keep  Green&#8230;&#8230;  Keep Borneo Green&#8230;</p>
<p><a href="http://aap.adacerita.com/file/2010/03/menataplangit.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1069" title="menataplangit" src="http://aap.adacerita.com/file/2010/03/menataplangit.jpg" alt="" width="477" height="194" /></a></p>
<p>Kembali disini..disudut lain Banjarbaru..aku memandangi langit yang cerah ini&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aap.adacerita.com/2010/03/menatap-langit-keep-borneo-green-ii-plastik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalkulator Rusak (Obrolan Kuliner)</title>
		<link>http://aap.adacerita.com/2010/02/kalkulator-rusak-obrolan-kuliner/</link>
		<comments>http://aap.adacerita.com/2010/02/kalkulator-rusak-obrolan-kuliner/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 14:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aap</dc:creator>
				<category><![CDATA[Santai Saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aap.adacerita.com/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[Siang tadi ..telepon saya berbunyi&#8230;..:
Penelpon     : halo bos&#8230;(weh saya dipanggil bos..!) kenapa nih lawas kadada habarnya ! (Lama ngga ada kabarnya)..!
Saya          : Baik  aja&#8230;masih di Banjarbaru kada kemana-mana..! Lagi dimana nih&#8230;?
Penelpon     : lagi makanan di warung&#8230;&#8230;(dirahasiakan)..! makanannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang tadi ..telepon saya berbunyi&#8230;..:<br />
Penelpon     : halo bos&#8230;(weh saya dipanggil bos..!) kenapa nih lawas kadada habarnya ! (Lama ngga ada kabarnya)..!<br />
Saya          : Baik  aja&#8230;masih di Banjarbaru kada kemana-mana..! Lagi dimana nih&#8230;?<br />
Penelpon     : lagi makanan di warung&#8230;&#8230;(dirahasiakan)..! makanannya nyaman (enak) tapi baiknya bawa kalkulator sendiri maklum disini kalkulatornya rusak&#8230;!<br />
Saya          : ha,,ha,,,makanya kalau makan bawai kawan..! </p>
<p>Bicara kuliner&#8230;memang ngga ada habisnya&#8230;apalagi salah satu hobi ya makan-makan&#8230;! Sudah jadi kebiasaan disaat ngobrol dengan teman-teman pasti ada terselip tentang makanan. </p>
<p>Sejak dulu SMA, kuliah hingga sekarang suka mencoba tempat-tempat makan baru hingga akhirnya menemukan tempat-tempat buat mangkal baru. Waktu jaman SMA dan kuliah dulu senangnya makan sama teman-teman, seperti nasi goreng, sate atau kalau ke Banjarmasin berburu soto Banjar dan terkadang naik ke atas sudimampir makan kue-kue khas Banjar (sekarang udah ngga ada lagi). Kalau yang dekat dulu sangat terkenal warung 41 di Cempaka yang berjualan aneka kue tradisional. Bila musim buah durian cukup kedepan kampus Unlam karena disana banyak yang berjualan. Mau santai kadang pergi makan gorengan di warung Gosib..ini sangat terkenal saat kuliah dulu walau hanya menjual pisang goreng, bakwan dan tahu isi.</p>
<p>Bahkan setiap bulan puasa biasanya bersama teman-teman kami ke Banjarmasin untuk berbuka puasa di soto Yana Yani, walau harus berusaha agar datang lebih cepat agar kebagian tempat duduk, maklum kalau terlambat pernah kami harus berbuka dikeloter kedua karena tempatnya sudah habis.</p>
<p>Saat ini kebiasaan kuliner tetap berlanjut, saat ngumpul yang dibicarakan ya makanan..atau bahkan bernostalgia saat mengenang masa lalu..! Dengan banyaknya obrolan kuliner ini jadi tahu dimana warung yang menjual makanan enak&#8230;dan unik atau makanan yang ngga enak seperti disajikan dingin dan sebagainya. Bukan cuma itu saja kadang banyak hal yang menarik misalnya saja saat makan disuatu tempat dengan menu yang sama bersama teman-teman tapi saat bayar kalau dijumlahkan ngga bakalan ketemu,,,dijamin bakal banyak angka dibelakang komanya&#8230;.(kalkulatornya rusak..).</p>
<p>Pengalaman seperti ini juga beberapa kali saya alami, saat makan bareng keluarga besar dengan menu yang bermacam-macam namun saat bayar sepertinya kasirnya malah seperti bingung sendiri menghitungnya dan langsung menyodorkan angka ya&#8230;pas Rp. 500.000,- atau saat di Banjarmasin juga dengan rombongan keluarga langsung disodorkan angka fantastik 1,sekian juta&#8230;.weleh&#8230;!! </p>
<p>Terkadang sepertinya lebih enak makan ditempat-tempat seperti KFC, Solaria atau yang sejenisnya..karena kita sudah tahu berapa harga yang tertera dimakanan yang akan kita beli tanpa ada perasaan menyesal, jengkel karena sudah bisa memperkirakan berapa yang akan kita bayar. Makanya dengan obrolan kuliner bersama teman-teman bikin saya jadi tahu tempat-tempat yang banyak kalkulatornya rusak..he..he&#8230;! walau saya juga ngga sering makan ditempat-tempat tersebut setidaknya bisa jadikan contoh buat warung/rumah makan yang sampai saat ini ngga mau menuliskan berapa harga makanan didaftar menunya.</p>
<p>Dengan obrolan kuliner juga saya jadi penasaran terkadang ingin mencoba tempat-tempat yang enak untuk makan dan bersantai&#8230;&#8230;  ada yang mau ngajak saya&#8230;????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aap.adacerita.com/2010/02/kalkulator-rusak-obrolan-kuliner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hmm..Nikmat Sekali ! Tapi Jangan Melakukannya !</title>
		<link>http://aap.adacerita.com/2010/02/nikmatnya-membawa-sengsara/</link>
		<comments>http://aap.adacerita.com/2010/02/nikmatnya-membawa-sengsara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 14:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aap</dc:creator>
				<category><![CDATA[Santai Saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aap.adacerita.com/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[Hmm&#8230;jika sedang melakukannya sungguh terasa nikmat&#8230; terkadang bisa membuat ketagihan dan ingin melakukannya sekali lagi.
Bahkan saat membuka di paman google ada yang menulis kenikmatan nomor 3 setelah tidur, makan dan&#8230;isi sendiri. Tapi kamu harus berhati-hati jika melakukannya..karena bisa mendatangkan bahaya.
 Inilah kebiasaan tersebut, ternyata benar nikmat rasanya, saat telinga sedang gatal tinggal ambil yang namanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm&#8230;jika sedang melakukannya sungguh terasa nikmat&#8230; terkadang bisa membuat ketagihan dan ingin melakukannya sekali lagi.</p>
<p><span id="more-1033"></span>Bahkan saat membuka di paman google ada yang menulis kenikmatan nomor 3 setelah tidur, makan dan&#8230;isi sendiri. Tapi kamu harus berhati-hati jika melakukannya..karena bisa mendatangkan bahaya.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:s9NmA69bTFo30M" alt="" width="82" height="124" /> Inilah kebiasaan tersebut, ternyata benar nikmat rasanya, saat telinga sedang gatal tinggal ambil yang namanya korek kuping ini, benda kecil yang diujungnya ada kapasnya. Berbagai macam ukuran tersedia dari yang kecil hingga yang besar.</p>
<p>Pasti diantara kita pernah mengunakannya..kalau ngga..hmm..hebat berarti anda benar..! karena membersihkan telinga menggunakan benda ini justru membahayakan. Kalau ngga percaya silahkan cari di google aja ya&#8230;!</p>
<p>Bercerita benda yang satu ini sebenarnya masih kelanjutan postingan yang lalu..kenapa saya sakit gara-gara benda yang harganya cuma mungkin sekitar    Rp. 4000 dan harus merogoh kocek sebesar kurang lebih   Rp. 300.000 &#8230;! Waduh&#8230;mending dibawa ke Duta Mall  aja ya  !</p>
<p>Sebenarnya sih sudah sering membaca tentang itu, makanya beli korek kupingnya juga dipilih yang bagus dan ngga terlalu besar dan jarang juga menggunakannya,  bahkan pengalaman beberapa orang yangsaya kenal  mengalaminya karena benda kecil ini,  seperti saat asik mengorek kuping ternyata kapasnya tertinggal dan saat asik kerja tanpa sadar main korek aja dengan benda-benda yang bukan seharusnya digunakan akhirnya berujung keluar uang ke dokter THT.</p>
<p>Karena aktivitas itu pula saya harus merasakan tidak enak badan, telinga terasa berisi air dan pusing seharian&#8230;akhirnya berangkatlah ke dokter THT. Hasil pemeriksaan ternyata cuma kotoran yang  masuk kedalam gara-gara terdorong oleh korek kuping..akhirnya hanya sekejap disedot oleh dokter&#8230;beres&#8230;sakit hilang.</p>
<p>Jadi waspadalah&#8230;dan berhati-hati bila mengunakannya..saran dokter sebaiknya setiap beberapa bulan sekali bawa aja kedokter buat dibersihkan&#8230;.!</p>
<p><em>Diposting sebagai bahan pelajaran buat kita semua..walau sebenarnya agak malu juga neh&#8230;he..he..!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aap.adacerita.com/2010/02/nikmatnya-membawa-sengsara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekedar Update</title>
		<link>http://aap.adacerita.com/2010/02/sekedar-update/</link>
		<comments>http://aap.adacerita.com/2010/02/sekedar-update/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 13:28:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aap</dc:creator>
				<category><![CDATA[Santai Saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aap.adacerita.com/?p=1024</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar update.. dua minggu tidak ada ide untuk menulis atau mengisi blog ini, memang benar kata teman-teman menulis memerlukan energi dan keinginan yang kuat. Namun ada keinginan juga kadang jadi macet disaat si ide entah berjalan-jalan kemana tak karuan. Selama dua minggu ini baru sekarang modem dirumah kembali dihidupkan, walau sebenarnya mau online tapi masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekedar update.. dua minggu tidak ada ide untuk menulis atau mengisi blog ini, memang benar kata teman-teman menulis memerlukan energi dan keinginan yang kuat. Namun ada keinginan juga kadang jadi macet disaat si ide entah berjalan-jalan kemana tak karuan. Selama dua minggu ini baru sekarang modem dirumah kembali dihidupkan, walau sebenarnya mau online tapi masih dikalahkan sama rasa kantuk dan acara tv. Beberapa hari ini saya sering online lewat hp kesayangan sambil tidur-tiduran dirumah dan dikantor saat lagi santai..maklum di kantor ngga ada internet jadi saya adalah pencari sinyal liar yang lewat dibalik jendela kerja dan masuk ke laptop saya dan saat sinyal tidak ditemukan ya kembali hp lagi.<span id="more-1024"></span></p>
<p>Kembali kesekedar update..</p>
<p>Tadi malam sungguh mengelikan buat saya &#8230;walau sebenarnya akhirnya berujung capek.  Saat hujan menguyur Kota Banjarbaru begitu lebatnya malam minggu tadi, saya kebetulan sedang tidak enak badan, jadi kerjaannya seharian cuma rebahan ditempat tidur..kalau ditanya sakit apa..hmm &#8230;gara-gara mungkin benda yang harganya 4000/kotak saya harus merogoh kocek sebesar Rp. 300.000 buat berobat&#8230;ya..demi kesehatan.. rezeki dokter ternyata bulan ini.</p>
<p>Hujan yang turun begitu derasnya..dalam hati saya bahaya bisa banjir lagi nih rumah (harap maklum biar ditempat tinggi sering terjadi banjir lokal karena aliran air yang terhalang tembok perumahan dinas disebelah rumah), tapi kekhawatiran itu masih dikalahkan sama keadaan badan yang tidak mau kompromi, apalagi si Najmy  masih bolak balik saja kekamar sebelah tempat saya istirahat artinya aman saja. Di kamar sebenarnya Najmy  asik bermain diatas tempat tidur bersama mamanya, kakak saya dan si kecil Maulana makanya kalau banjir lokal pasti ketahuan saja karena biasanya masuk lewat saluran kamar mandi.</p>
<p>Namun tiba-tiba, brak&#8230;Najmy terjatuh dan menangis&#8230; ternyata air sudah masuk kekamar tidur sehingga lantai jadi licin..waduh&#8230;seandainya Najmy ngga jatuh mungkin bakal basah semua..! akhirnya kembalilah saya bangkit semangat karena pasti di dapur dan tempat makan pasti kebanjiran. Langsung menutup saluran pembuangan dan membuka pintu samping rumah agar air yang masuk dari belakang rumah dapat keluar lebih cepat mengurangi masuk kedalam rumah. Akhirnya malam minggu ini  dilalui dengan kerja bakti&#8230;! Setelah sekitar 2 jam bersih-bersih kemudian istirahat tak lama seorang sohib menelpon..ternyata rumahnya kebanjiran juga. He..he..tenyata masih setia teman <strong> <a href="http://pakacil.com">ini</a> </strong>sama saya..!</p>
<p>Ya itu saja sekedar update blog ini&#8230;salam..!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aap.adacerita.com/2010/02/sekedar-update/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bloggers Visit Museum</title>
		<link>http://aap.adacerita.com/2010/01/bloggers-visit-museum/</link>
		<comments>http://aap.adacerita.com/2010/01/bloggers-visit-museum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 15:22:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aap</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Aap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aap.adacerita.com/?p=1008</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas Blogger Kayuh Baimbai dalam rangka memperingati 2 tahun terbentuknya komunitas ini mengadakan kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru sebagai kepedulian serta untuk mensukseskan tahun Kunjungan Museum 2010 yang dicanangkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Dalam acara ini Kayuh Baimbai mendapat kehormatan secara resmi diterima oleh pihak museum Lambung Mangkurat. Banyak hal yang didapat dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://borneojarjua2008.files.wordpress.com/2009/01/museum-lambung-mangkurat-bulugsky31044.jpg" alt="" width="171" height="114" />Komunitas Blogger Kayuh Baimbai dalam rangka memperingati 2 tahun terbentuknya komunitas ini mengadakan kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru sebagai kepedulian serta untuk mensukseskan tahun Kunjungan Museum 2010 yang dicanangkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Dalam acara ini Kayuh Baimbai mendapat kehormatan secara resmi diterima oleh pihak museum Lambung Mangkurat. Banyak hal yang didapat dalam kunjungan ini, karena pada kenyataannya kita sangat jarang mengunjungi museum bahkan mungkin belum pernah sama sekali. Saya sendiri yang berdominasi di Banjarbaru mengunjungi museum ini mungkin dapat dihitung dengan kurang dari sepuluh jari. Bahkan seorang teman sempat berkata &#8220;jangan tanya berapa kali pernah ke museum, tapi tanya berapa kali pernah berkunjung ke Duta Mall&#8221;.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 401px"><img src="http://lh3.ggpht.com/__3AFyR_Q3B0/S18HDQYuFqI/AAAAAAAAAtU/0qHcjh-eyIA/s640/DSC09588.JPG" alt="" width="391" height="293" /><p class="wp-caption-text">Bloggers Visit Museum</p></div>
<p><span id="more-1008"></span>Museum mungkin  bukan tempat menarik, apalagi bagi anak muda, namun sudah seharusnya memang kita dapat memanfaatkan keberadaannya untuk mengenang dan mengetahui budaya daerah kita dimasa lalu yang harus kita lestarikan saat ini dan masa akan datang. Museum Banjarbaru banyak menyajikan benda-benda bersejarah baik dari jaman kemerdekaan hingga peralatan-peralatan rumah tangga yang usianya mungkin sudah ratusan tahun. Banyak juga disajikan miniatur rumah adat banjar, ukiran-ukiran khas banjar, alat-alat peraga acara-acara daerah Banjar, baju daerah, pelaminan dan ranjang pengantin  yang dikenakan saat pesta perkawinan adat Banjar. Selain itu juga ditampilkan gambar-gambar para pejuang serta benda-benda peninggalannya.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh5.ggpht.com/__3AFyR_Q3B0/S18F1e78KVI/AAAAAAAAAtI/upXVBfHJ1B4/s640/museum2.jpg" alt="" width="370" height="278" /><br />
Untuk menjadikan museum menjadi tempat yang menarik tentu bukan hal yang mudah. Sudah seharusnya juga pihak pengelola dapat membuat bagaimana museum ini menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi misalnya dengan menyediakan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya yang sudah berbau kemajuan teknologi misalnya ruang pertunjukan film yang memutar film dokumentar mengenai Kalimantan Selatan, perpustakaan yang dilengkapi dengan komputer yang dapat dikoneksikan dengan internet dan kalau perlu disediakan cafe yang menyediakan layanan hotspot guna menarik minat anak muda, selain itu tentunya juga publikasi dan sosialisasi yang harus dilakukan di sekolah-sekolah dari taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga perguruan tinggi agar lebih memperkenalkan keberadaan museum ini.</p>
<p>Sudah sewajarnya kita bisa melestarikan budaya-budaya yang ada di Kalimantan Selatan, apalagi ditengah kemajuan sekarang ini tentunya banyak yang mulai hilang bahkan sebagai contoh kecil sering kita lihat terjadi pergeseran dalam penyelenggaraan acara perkawinan yang cenderung sudah menuju nuansa modern dan kebarat-baratan.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/__3AFyR_Q3B0/S18F1cBqrEI/AAAAAAAAAtM/j2XUdX_RsQg/s512/museum5.jpg" alt="" width="312" height="293" /></p>
<p>Bersyukurlah, banyak diantara orangtua kita  masih  menyimpan nilai-nilai budaya tersebut dalam keluarga, entah dengan kita sekarang apakah akan melakukan hal yang sama. ..? Seperti perkawinan saya ternyata sama dengan ranjang yang ada di museum itu.</p>
<p>Sekalian mengenang masa lalu karena bulan Januari ini adalah ulang tahun perkawinan kami yang ke-7 mohon doanya semoga dapat menjadi keluarga sakinah dan langgeng (duh..ini posting ultah KKB di museum sekalian ultah perkawinan saya ternyata&#8230;he..he..).</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/__3AFyR_Q3B0/S18HDbo5r0I/AAAAAAAAAtQ/VgLKbBqAPKM/a3.jpg" alt="" width="341" height="225" /><br />
Akhirnya saya hanya bisa mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-2 Komunitas Blogger Kayuh Baimbai, senang bisa bergabung bersama komunitas ini dan semoga kebersamaan kita dapat terus bertahan dan semakin membesarkan Komunitas Blogger Kayuh Baimbai dengan kegiatan-kegiatan positif lainnya..semoga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aap.adacerita.com/2010/01/bloggers-visit-museum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keep Borneo Green I. Kertas</title>
		<link>http://aap.adacerita.com/2010/01/keep-borneo-green-i-kertas/</link>
		<comments>http://aap.adacerita.com/2010/01/keep-borneo-green-i-kertas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 13:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aap</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Aap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aap.adacerita.com/?p=1000</guid>
		<description><![CDATA[
Saat ini setiap hari kita memakai kertas, biar pun teknologi semakin meningkat namun kertas masih diperlukan  untuk bermacam-macam aktifitas kita.  Semakin banyak memakai kertas sangat berpengaruh terhadap kelangsungan lingkungan kita,  bayangkan 42% hasil penebangan kayu sedunia digunakan untuk membuat kertas dan itu pun jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya.
Seandainya kita dapat berhemat sebesar satu ton,  misalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://lh3.ggpht.com/__3AFyR_Q3B0/Sg1v9t5L_9I/AAAAAAAAAQQ/QNn-VnU7iJY/kebunraya1.jpg" alt="" width="223" height="291" /></p>
<p>Saat ini setiap hari kita memakai kertas, biar pun teknologi semakin meningkat namun kertas masih diperlukan  untuk bermacam-macam aktifitas kita.  Semakin banyak memakai kertas sangat berpengaruh terhadap kelangsungan lingkungan kita,  bayangkan 42% hasil penebangan kayu sedunia digunakan untuk membuat kertas dan itu pun jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya.</p>
<p>Seandainya kita dapat berhemat sebesar satu ton,  misalnya dengan mendaur ulang kertas atau dengan mengunakan media lainnya maka kita telah menyelamatkan 17 pohon dari penebangan.   Dengan menyelamatkan penebangan itu sangat berpengaruh terhadap kemampuan alam (pohon/hutan) dalam mengurangi efek rumah kaca.  Sebatang pohon rata-rata menyerap 1 kg gas rumah kaca CO2 serta memproduksi O2 dalam jumlah yang cukup bagi empat orang selama setahun.</p>
<p><span id="more-1000"></span></p>
<p>Dengan adanya pohon-pohon dilingkungan kita membuat udara menjadi bersih dan lebih berkualitas, bahkan suhu udara disekitarnya menjadi lebih rendah, lebih sejuk dibandingkan daerah sekitar kita yang tidak ada pohonnya. Coba saja berteduh disiang hari yang panas dibawah pohon rindang kita bisa merasakan kesejukannya.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://gelantungan.files.wordpress.com/2009/10/paperless.jpg" alt="" width="282" height="280" /></p>
<p>Kembali ke masalah kertas, mulai sekarang mari kita mencoba berhemat menggunakan kertas, misalnya mengunakan kertas bekas untuk mengkonsep surat-surat, menggunakan daun pisang buat bungkus makanan walau sebenarnya yang satu ini masih banyak dilakukan dimasyarakat kita serta  jangan membuang kertas dengan membakarnya disamping merugikan karena menimbulkan polusi udara karena asap akan  lebih menguntungkan jika kertas yang berasal dari koran-koran bekas, buku-buku bekas atau bahkan kardus dijual kepada yang mengumpulkan/pemulung. Selain menghasilkan uang juga kita telah ikut serta mendaur ulang kertas-kertas tersebut untuk dijadikan kertas yang baru lagi.</p>
<p>Jadi mari kita lestarikan lingkungan kita&#8230;.Go Green..Keep Borneo Green&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter" title="green_borneo" src="http://aap.adacerita.com/file/2009/07/green_borneo.png" alt="" width="200" height="199" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aap.adacerita.com/2010/01/keep-borneo-green-i-kertas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun Ke-2 Kayuh Baimbai</title>
		<link>http://aap.adacerita.com/2010/01/selamat-ulang-tahun-ke-2-kayuh-baimbai/</link>
		<comments>http://aap.adacerita.com/2010/01/selamat-ulang-tahun-ke-2-kayuh-baimbai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 00:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aap</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Aap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aap.adacerita.com/?p=995</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Ulang Tahun ke &#8211; 2 Komunitas Blogger Kalimantan Selatan Kayuh Baimbai
Semoga diusia yang ke-2 ini jadi tambah besar dan dapat memperkenalkan lebih luas lagi blogger di Kalimantan Selatan.
Walau saya baru 1,7 tahun bergabung namun merasa sangat beruntung bisa menemukan media ini, paling tidak bisa belajar menulis walau seadanya. Bisa menambah teman-teman dari yang muda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Ulang Tahun ke &#8211; 2 Komunitas Blogger Kalimantan Selatan Kayuh Baimbai<br />
Semoga diusia yang ke-2 ini jadi tambah besar dan dapat memperkenalkan lebih luas lagi blogger di Kalimantan Selatan.</p>
<p>Walau saya baru 1,7 tahun bergabung namun merasa sangat beruntung bisa menemukan media ini, paling tidak bisa belajar menulis walau seadanya. Bisa menambah teman-teman dari yang muda sampai yang tua walau hanya bertemu didunia maya ini.</p>
<p>Dua tahun Kayuh Baimbai semoga teman-teman semua dapat lebih akrab dan merasa seperti bersaudara, dapat membuat komunitas ini semakin menemukan identitasnya.</p>
<p>Akhirnya Maju terus Komunitas Blogger Kalimantan Selatan &#8220;Kayuh Baimbai&#8221;.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://aap.adacerita.com/file/2009/08/kayuhbaimbai.png" alt="" width="273" height="154" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aap.adacerita.com/2010/01/selamat-ulang-tahun-ke-2-kayuh-baimbai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setetes Air Kehidupan</title>
		<link>http://aap.adacerita.com/2010/01/setetes-air-kehidupan/</link>
		<comments>http://aap.adacerita.com/2010/01/setetes-air-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 15:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aap</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biarkan Foto Bicara]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Aap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aap.adacerita.com/?p=989</guid>
		<description><![CDATA[Saat kemarau kita begitu merindukan tetes air hujan untuk membasahi bumi ini. Membawa kehidupan, menghijaukan kembali lahan yang telah terbakar. Menghijaukan kembali lahan pertanian dan mengisi kembali sumber-sumber air, sungai-sungai dan sumur disekitar kita.
Kini saat penghujan datang, kembali kita dihadapkan dengan permasalahan&#8230;banjir yang akan melanda disebagian daerah ditambah dengan wabah demam berdarah yang sedang melanda.
Air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Setetes Air" src="http://lh3.ggpht.com/__3AFyR_Q3B0/S01C77qCL5I/AAAAAAAAAqY/1XTSi2hdOyM/s512/hujan.jpg" alt="" width="268" height="398" />Saat kemarau kita begitu merindukan tetes air hujan untuk membasahi bumi ini. Membawa kehidupan, menghijaukan kembali lahan yang telah terbakar. Menghijaukan kembali lahan pertanian dan mengisi kembali sumber-sumber air, sungai-sungai dan sumur disekitar kita.</p>
<p>Kini saat penghujan datang, kembali kita dihadapkan dengan permasalahan&#8230;banjir yang akan melanda disebagian daerah ditambah dengan wabah demam berdarah yang sedang melanda.</p>
<p>Air pembawa sejuta kehidupan, tinggal bagaimana kita menggunakannya dengan bijak, merawat lahan dan lingkungan kita agar tetap dapat menyerap air disaat penghujan datang hingga berguna dimusim berikutnya. Menjaga kebersihan agar terbebas dari nyamuk deman berdarah.</p>
<p>Selain hal diatas, mungkin sudah saatnya kita melakukan penghematan terhadap air, mengurangi penggunaan air berlebihan, baik saat kita mandi, mencuci piring, mencuci motor/mobil atau bahkan hal-hal sepele seperti saat ada kran air yang lupa kita matikan, kran air yang bocor dan sebagainya.<span id="more-989"></span></p>
<p>Hal yang sepele, namun sangat berharga, bayangkan saja berapa jumlah manusia yang menggunakan air setiap harinya&#8230;? Jika kita dapat menghemat 1-2 liter/hari saja tentu sebuah jumlah yang sangat besar..?</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/__3AFyR_Q3B0/S1HdAutee-I/AAAAAAAAArg/cRLePOSEYK0/s640/DSC08622.JPG" alt="" width="469" height="351" /></p>
<p>Akhirnya biarkanlah air mengalir&#8230;membawa kehidupan&#8230;seperti halnya air sungai yang menghidupkan kembali teratai yang sebelumnya hilang disaat musim kemarau yang lalu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aap.adacerita.com/2010/01/setetes-air-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekalian Aja &#8230;.!</title>
		<link>http://aap.adacerita.com/2010/01/sekalian-aja/</link>
		<comments>http://aap.adacerita.com/2010/01/sekalian-aja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 02:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aap</dc:creator>
				<category><![CDATA[Santai Saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aap.adacerita.com/?p=985</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Bila mau korupsi sekalian aja yang besar jangan tanggung-tanggung&#8221; kira-kira itu prinsip para koruptor kelas kakap. Coba aja setelah dipenjara masih bisa merasakan kemewahan dan kebebasan didalam LP. Bisa bikin penjara mewah &#8230;dan lihat aja dibanyak kasus korupsi hukumannya masih rendah&#8230;hmm&#8230;masih ada sisanya kira-kira ya kalau sudah keluar nanti..!  Tapi ini bukan mengajari untuk korupsi.. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Bila mau korupsi sekalian aja yang besar jangan tanggung-tanggung&#8221; kira-kira itu prinsip para koruptor kelas kakap. Coba aja setelah dipenjara masih bisa merasakan kemewahan dan kebebasan didalam LP. Bisa bikin penjara mewah &#8230;dan lihat aja dibanyak kasus korupsi hukumannya masih rendah&#8230;hmm&#8230;masih ada sisanya kira-kira ya kalau sudah keluar nanti..!  Tapi ini bukan mengajari untuk korupsi.. hanya masalah penegakan hukum yang masih saja ada perbedaan antara yang lemah dengan yang kuat, antara yang kaya dan yang miskin.</p>
<p>Coba aja maling ayam, jambret belum masuk penjara sudah lebam-lebam digebukin bahkan ada yang tewas dihakimi massa, sementara sang koruptor yang mengembat uang rakyat  dengan gagah masih bisa menebar senyum dipengadilan jangankan tersentuh bogem mentah penjaranya mungkin juga  enak seperti punya bu Alin.</p>
<p>Semoga dengan terungkapnya kasus penjara mewah ini dapat menghapuskan mafia peradilan kalau tidak mungurangi praktek-praktek yang demikian &#8230;.semoga..!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aap.adacerita.com/2010/01/sekalian-aja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Tenda Pramuka</title>
		<link>http://aap.adacerita.com/2010/01/bukan-tenda-pramuka/</link>
		<comments>http://aap.adacerita.com/2010/01/bukan-tenda-pramuka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 14:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aap</dc:creator>
				<category><![CDATA[Santai Saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aap.adacerita.com/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[Disudut lain Kota Banjarbaru. Kami bukanlah sekelompok pramuka yang sedang berkemah dan kami bukan pula sekelompok pecinta alam yang sedang berbaur dengan alam sekitarnya. Namun keadaan ekonomi yang harus membuat kami mendirikan tenda ini, untuk melepas lelah disaat panas terik dan hujan yang datang.
Itu adalah gambaran sekelompok orang yang pekerjaannya mencari intan dengan membuat/menggali lubang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://lh5.ggpht.com/__3AFyR_Q3B0/SyuUXIpFc_I/AAAAAAAAAok/3-YJIClITWk/s640/DSC07787.JPG" alt="" width="362" height="261" />Disudut lain Kota Banjarbaru. Kami bukanlah sekelompok pramuka yang sedang berkemah dan kami bukan pula sekelompok pecinta alam yang sedang berbaur dengan alam sekitarnya. Namun keadaan ekonomi yang harus membuat kami mendirikan tenda ini, untuk melepas lelah disaat panas terik dan hujan yang datang.</p>
<p>Itu adalah gambaran sekelompok orang yang pekerjaannya mencari intan dengan membuat/menggali lubang kemudian memisahkan antara tanah galian tersebut guna mendapatkan kilauan intan/berlian.</p>
<p>Di Kota Banjarbaru sudah terkenal dengan penghasil intan tepatnya di Cempaka, bahkan kualitas intan yang dihasilkan mengalahkan intan yang berasal dari luar negeri seperti Afrika. Wajar saja disini intan yang didapatkan tidaklah sebanyak dan semudah yang dikira, bahkan terkadang dengan nyawa sebagai taruhannya.. seperti posting terdahulu <a rel="bookmark" href="../2008/09/sebuah-catatan-tentang-cempaka/">Sebuah Catatan Tentang Cempaka.<br />
</a><br />
Namun ini bukan bercerita tentang para pencari intan tersebut, namun kembali kemasalah tenda. Kita mundur kebelakang saat si penulis masih kelas 1 SMP, berawal ingin merayakan tahun baru bersama teman-teman satu kampung akhirnya diputuskan mengadakan acara begadang dengan berkemah dilapangan terbuka. Maklum masih kecil tidak diperbolehkan jauh-jauh. Disiapkanlah segala sesuatunya dari terpal buat dijadikan kemah, kompor dan sebagainya.Setelah semua persiapan selesai mulailah pemasangan kemah tersebut dengan seadanya, maklum diantara peserta bukan pramuka tulen.</p>
<p>Akhirnya malam tiba, pada kumpul semua mulailah acara tahun baru,sembari nunggu bakar ikan dan jagung ada teman yang nyanyi pake gitar. Berhubung rumah dekat jadi apabila ada yang kurang masih bisa kembali kerumah..ya maklum kempingnya didekat rumah. Malam semakin larut  ngga ada yang tidur pada asik semua dengan canda masing-masing. Tanpa terasa waktu udah menunjukkan pukul 5 pagi..kemudian ada teman yang punya ide supaya langsung saja dibenahi tendanya biar pagi santai langsung  jalan pagi. Mulailah aksi membereskan perlengkapan, tenda pun dirobohkan. Setelah selesai seorang rekan bingung koq masih gelap dan belum masuk subuh juga..? ternyata teman yang tadi mengatakan sudah jam 5 salah lihat padahal baru jam 3 pagi. Akhirnya jadilah tidurnya dilapangan terbuka tanpa tenda dan setelah merasa kedinginan semuanya mengungsi keteras depan rumahku. Ya itulah pengalaman anak-anak yang ingin merasakan tahun baru walau dengan berkemah didekat rumah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aap.adacerita.com/2010/01/bukan-tenda-pramuka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->